Senin, 30 November 2015

Kambing=Cintya

Hari ini terpaksa kakiku harus dibedah oleh dokter karena tertancap paku pada minggu sore. Dokter menanyakan padaku : apakah ada alergi? Aku hanya menggelengkan kepala, seolah mengiyakan

Setelah itu dokter mulai menyuntik luka pada kakiku. Dokter kembali menanyakan : Apakah sakit mas? Aku hanya menggelengkan kepala, seolah tidak merasakan apa apa.

Setelah selesai  di perban, dokter menyuruh ku duduk dan lantas menanyakan : Kenapa sedari tadi mas nya hanya menggelengkan kepala saat saya tanya?

Karena saya hanya merasakan alergi dengan wanita yang dengan mudah berjanji, namun dengan mudahnya pula ia pergi...

Dan saya hanya merasakan sakit kala pergi ke sarkem dengan dompet tebal berisi ratusan ribu... Namun disana tak bertemu dengan cintya....

Dokter termangu bingung, lalu aku melanjutkan, yaa cintya adalah penjual
Susu kambing keliling yang beberapa waktu lalu kubeli dan nikmati susu nya.

Susu kambing  di tempat cintya mahal karena kambing nya membuat perkutut dibalik celana tak karuan menahan muntah putih tebal yang meraupi wajah si kambing yang merasa lega.

Senin, 16 November 2015

Nasib Mimpi

Kau tahu kenapa mimpi indah jarang menjadi nyata kala kau bangun?
Karena mimpi mengharapkan energi...
Energi bisa kau dapat dari secangkir kopi

Sedangkan ketika mimpi
Apakah ada penjual kopi yang menawari?
Mereka pun juga sibuk mengurusi mimpi mereka sendiri...

Sehingga semua mimpi mimpi mu
Telah larut menjadi satu
Dalam sebuah 'angan'  yang disebut masa lalu..

Hey Sarijan

Waktu kecil dulu, ayah sering membawa ku ke museum
Kulihat disana Jenderal Soedirman berdiri gagah dengan blangkon dan jaket nya

Ayah berkata padaku: 'hey anakku, kau tahu nama banyak pahlawan di negeri ini, tapi apakah kau tahu seorang yang bernama sarijan?
Aku lantas menjawab : Tak tahu, apakah dia juga seorang pahlawan?

Dia adalah salah satu pegawai pemerintahan Belanda dari Indonesia
Lalu ak bertanya, berarti dia adalah penghianat?
Kau tak tahu, dialah yang membuat pimpinan Belanda galau, risau, tak berdaya.

Dia yang telah memberikan racun pada sang pimpinan.
Aku hanya mendengar kan, lalu ayah melanjutkan..
Racun itu berupa kopi...
Kopi membuat tenang, tenang menjadikan nyaman, nyaman menjadi rindu.

Rindu itu menjadikan enggan dan malu untuk menyakiti
Karena dalam partikel kopi, terdapat sebuah persahabatan abadi...
Belanda tak kan menyerah walau seluruh negeri ini menjalankan agresi.

Belanda angkat tangan melalui jalur konferensi
Dalam tiap konferensi yang mencekik urat nadi,
Sarijan menjalankan sebuah misi...
Dia berikan  pada seluruh delegasi secangkir kopi..

Kau tahu yang terjadi setelah ini? Kemerdekaan untuk Indonesia tak dapat dipungkiri
Namun, apakah nama sarijan di tiap museum terpatri?
Hanya ada soekarno, hatta, dan kartini

Sarijan adalah seorang pahlawan yang memilih melarikan diri..
Dari pada harus dimakan oleh keegoisan politikus negeri ini.
Tapi yang pasti, sarijan telah membuktikan bahwa 'secangkir kopi' telah menaklukkan 'emosi dan agresi'.

Sejak Tanpamu

Sejak berpisah denganmu,
Aku berfikir akan baik-baik saja.
Tapi ketika hp aku buka,
Disana kamu menanyakan kabar.
Ternyata aku baru sadar,
Bahwa rindu tak bisa membuatmu berubah seperti dulu.
Hanya luka dan penyesalan mungkin yang akan mengisi hati ku yang biru.
Sambil meratap dan menunggu,
Kutata kartu ku dan mulai menghisap cerutu......
Sampai nanti datang seseorang yang akan menggantikan mu,
Yang akan mengisi hati ini dengan ribuan cerita baru.

Minggu, 15 November 2015

Kumpulan Sajak Joko Pinurbo

Mengenang Asu

 
Pulang dari sekolah, saya main ke sungai.

Saya torehkan kata asu dan tanda seru

pada punggung batu besar dan hitam

dengan pisau pemberian ayah.

 
Itu sajak pertama saya. Saya menulisnya

untuk menggenapkan pesan terakhir ayah;

“Hidup ini memang asu, anakku.

Kau harus keras dan sedingin batu.”

 
Sekian tahun kemudian saya mengunjungi

batu hitam besar itu dan saya bertemu

dengan seekor anjing yang manis dan ramah.

 
Saya terperangah, kata asu yang gagah itu

sudah malih menjadi aku tanpa tanda seru.

Tanda serunya mungkin diambil ayah.

Surat Kopi

Lima menit menjelang minum kopi, 
aku ingat pesanmu: “Kurang atau lebih, 
setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.”

Mungkin karena itu empat cangkir kopi sehari
bisa menjauhkan kepala dari bunuh diri.

Kau punya bermacam-macam kopi 
dan kau pernah bertanya: “Kau mau pilih 
kopi yang mana?” Aku jawab: “Aku pilih kopimu.”

Di mataku telah lahir mata kopi. 
Di waktu kecil aku pernah diberi Ibu cium rasa kopi.
Apakah puting susu juga mengandung kopi? 

Kopi: nama yang tertera pada sebuah nama. Namaku.

Burung menumpahkan kicaunya ke dalam kopi.
Matahari mencurahkan matanya ke hitam kopi.
Dan kopi meruapkan harum darah dari lambungmu.

Tiga teguk yang akan datang aku bakal 
mencecap hangat darahmu di bibir cangkir kopiku.

(2013)

Surat Kau

Kau tak ada di kakiku
ketika aku membutuhkan langkahmu
untuk merambah rantauku.

Kau tak ada di tanganku
ketika aku membutuhkan jarimu
untuk menggubah gundahku.

Kau tak ada di sarungku
ketika aku membutuhkan jingkrungmu
untuk meringkus dinginku.

Kau tak ada di bibirku
ketika aku membutuhkan aminmu
untuk meringkas inginku. 

Kau tak ada di mataku
ketika aku membutuhkan pejammu
untuk merengkuh tidurku.

Mungkin kau sudah menjadi aku
sehingga tak perlu lagi aku menanyakanmu.

(2013)

Surat Pulang

Tenanglah. Aku tak pernah mengharap 
oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah. 
Kamu bisa pulang dengan rindu 
yang masih utuh saja sudah merupakan berkah.

Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot 
membawa buah tangan yang hanya akan 
membuat tanganku gemetar dan mataku basah.

Aku tahu, kepalamu kian berat 
dan hidupmu bertambah penat. Mau selonjor 
dan ongkang-ongkang saja kamu tak sempat.

Pernah aku jauh-jauh pergi untuk menemuimu 
dan tak bisa menemukanmu. 
Di manakah kamu? Ke manakah kamu? 
Ealah, ternyata kau sedang beribadah di akunmu.

Pulanglah dengan girang jika pulang
adalah menulis ulang sajak yang rumpang.
Jika kau punya banyak kucing tapi tak punya 
ngeong kucing, aku punya malam-malam 
bertaburkan ngeong kucing.

Pulanglah dengan lugu. Masih ada pintu untukmu, 
bahkan jika kau pulang telanjang malam-malam
saat aku sedang bertukar meong dengan kucingku.

(2013)

Ingatan

Hujan masih mengingat saya
walau saya tak punya lagi daun hijau
yang sering dicumbunya dengan gila
sampai saya terengah-engah
menahan beratnya cinta.

Hujan masih mengingat saya
walau saya tinggal ranting kering
yang akan dipatahkannya 
dan dibawanya hanyut dan sirna.

(2012)

Malam Minggu

Malam minggu, 
malam para jomblo, 
malam para penunggu.

Pengembara muda duduk gelisah di beranda
menunggu pacarnya tak kunjung tiba.
Rindu yang ditabungnya sudah jadi racun;
bahayanya sudah sampai di ubun-ubun.

Ada orang linglung berjalan limbung di depan rumah.
Matanya bingung melihat jaman sudah berubah.
Mau belok kiri, ia gamang dan ragu.
Mau belok kanan, takut terjebak di gang buntu.

Hujan datang dan listrik mati.
Kepala takut gelap, hati tak mau pergi.
Apa lagi yang bisa bikin tenteram dan betah 
bila semua, seperti kata Chairil, 
tambah jauh dari cinta sekolah rendah?

Pengembara muda duduk gelisah di beranda
menunggu pacarnya tak kunjung tiba.
Apakah di sana si dia juga resah menanti?
Ia mainkan gitar dan ia bernyanyi:

Kekasih pergi meninggalkan celana di kamar mandi.
Mimpi pergi meninggalkan selimut yang belum dicuci.
Hujan pergi meninggalkan petir di subuh hari.
Burung pergi meninggalkan kicau di ranting trembesi.
Puisi pergi meninggalkan bunyi di palung sunyi.

Pergilah pergi ke mana jaman mengajakmu pergi.
Kuminum sendiri racun rinduku di sini.
Jangan khawatir, aku tak akan mati.

(2010)

Jumat, 13 November 2015

Kapan Bisa Seperti Ini Lagi (?)


Ingatlah teman2,bahwa persahabatan itu sangatlah mahal, kau tidak bisa membeli nya dengan uang atau apapun itu untuk mendapatkan nya.  Kau hanya bisa mendapatkan nya dengan ketulusan, kegilaan, kerelaan, dan kesusahan. 

Aku disini mengartikan sahabat bukanlah sebagai seorang teman biasa, temen yang kalian kenal sehari hari. Disini sahabat adalah keluarga kedua ku. Mereka yang selalu menjadi tempat ku berkeluh kesah, mereka yang selalu setia menemani dalam suka dan duka, mereka yang selalu menghina dan mengejek ku dengan senang hati tanpa ada emosi, mereka yang selalu mensupport setiap langkah2 ku, mereka yang selalu membuat ku nyaman dan bahagia saat berada bersama mereka. 
Mereka yang berada dalam foto2 tersebut adalah sahabat2 ku. Sampai sejauh ini aku masuk bangku perkuliahan, aku masih belum bisa menemukan seorang sahabat2 seperti mereka. Aku hanya berharap semoga lambat laun, di ugm ini, aku bisa mendapatkan sahabat2 seperti mereka yang berada di foto.

 Nikmatilah masa mudamu untuk mencari sahabat ataupun kawan sejati, karena saat kelak kau tua nanti, mereka lah yang akan menjadi sumber cerita mu pada keluarga, kepada anak, istri, bahkan cucumu. Bahwa kau bisa melangkah sejauh ini adalah salah satunya karena peran sahabat2 mu. Dan seorang sahabat adalah mereka yang akan selalu menjadi SAHABAT hingga akhir hayat memisah. 

Rabu, 04 November 2015

Struggle

Hidup didunia ini ternyata memang tak semudah dan se indah yang dibayangkan,bagi  kaum munafik dan para penjahat lainnya,mungkin dunia ini hanyalah tempat yang mereka anggap "persetan" sehingga mereka memutuskan untuk berlaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada. Apa mau dikata,walaupun dari dulu menghujat para munafik dan para penjahat,tapi pada faktanya ternyata aku juga bagian dari mereka..yaaah,faakk !! Memang bagi kebanyakan orang masa kini yang gila "ke hits an" sehingga mereka memunafikan diri namun seakan-akan mereka meneriakan anti kemunafikan dengan kebanyakan slogan "LEBIH BAIK DIASINGKAN DARI PADA MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN" dan slogan-slogan lainnya. Aku juga dulu menjadi bagian dari mereka,penuh kemunafikan,aku meneriakan "anti maling"tp pada faktanya aku juga pernah maling,dan bahkan dulu "sering" tetapi atas nama persaudaraan dengan teman-teman,akhirnya tidak ada yang perlu diprotes,bahkan kami kompak melakukan "itu semua" meskipun korbannya teman seangkatan sendiri. Aku memang nakal,yaa nakal,tp itu dulu. Sekarang setidaknya aku sudah lebih  sadar,sudah saatnya aku belajar memperbaiki diri,mengurangi rokoku, alkohol, dan hal2 negatif lainnya. Aku gak mau menikahi seorang wanita yg (tidak baik),memiliki anak-anak yang dididik dengan cara yang buruk,karena penddikan untuk anak,yang paling utama adalah siapakah ibunya.. karena dari situ,seorang ibu yang baik maka juga akan mendidik anaknya dengan cara yang baik pula,namun juga sebaliknya apabila sang istri memiliki sifat yang tidak baik maka itu juga akan berpengaruh terhadap sifat anak kedepannya. Belajar memanglah tidak mudah dan instan, tp sedikit demi sedikit aku mulai belajar, aku ingin mengurangi minum ku, rokok ku, sifat-sifat buruk ku yg lainnya.  Ingin ada seseorang yang mendampingi segala perjuangan ini, mensupport segala proses perubahan ini. Menemani dalam suka dan duka. Tidak hanya dengan mudah nya datang dan pergi sesuka nya, saya pun juga bisa begitu, bahkan lebiih. Pernah ingin serius dengan seseorang, tp akhirnya juga hanya preek. Modal omong. Aku juga belajar sadar diri, pantaskah aku untuk mendekati dia dengan hanya bermodalkan aku yg masa kini. Sehingga ak sering minder dan malu. Karena di jaman kuliah ini, kebanyakan semuanya sudah belajar untuk membangun hubungan yg benar-benar serius. Sangat berbeda dengan jaman sma, dimana dia yg paling hitz di sekolah maka dia akan dipuja oleh banyak wanita. Di jaman kuliah ini, hampir semua wanita memilih lelaki yg memang serius, mapan, dan mampu untuk membimbing sang wanita ke kehidupan yg lebih baik.

Ingatkan Aku!!

TOLOONG, INGATKAN AKU KETIKA AKU MULAI SOMBONG, SOK2 AN DAN MEMBUAT KALIAN SEMUA MERASA TERGANGGU DENGAN KEHADIRAN KU, TOLOONG!!

Aku hanyalah manusia biasa, yang adakalanya kehadiran sifat2 ku ini mungkin membuat kalian senang ataupun membuat kalian berang. Aku hanyalah pria biasa yg kadang kala termakan emosi dengan segala pancingan2 kecil yg sebenarnya biasa saja.

Terserah bagi kalian mau melabeli saya apa, itu hak kalian, mau yg baik ataupun buruk dan saya tak akan marah dengan itu, saya tidak akan marah!! Namun jgan sekali kali kalian menghina sahabat atau keluarga saya! Jangan sampai, disitu mungkin emosi saya sulit terkendali.

Namun, aku memiliki prinsip, selagi fisik ini belum kau sentuh, ak masih bisa menerima, tp kalau sudah kalian yg mulai dgn menyentuh ku. Aku tak bisa jamin emosi ku bisa kukendalikan. Aku memang tak pandai menulis dan merangkai kata2. Aku hanya bisa menyampaikan apa yg ada dalam hati ini, dengan sangat jujur dengan menuliskan nya disini. Aku sadar betapa pentingnya menjalin persahabatan. Sampai sejauh ini, ak mempunyai beberapa org sahabat yg sudah kuanggap sebagai saudara ku sendiri.

Aku berharap di jaman kuliah ini ak masih bisa menemukan teman yg memang mau menerima ak apa adanya, sedih senang selalu bersama, mampu menjadi sahabat yang kelak menjadi keluarga.

Dan aku sadar bahwa itu susaah, karena kebanyakan org jaman sekarang banyak termakan gengsi dan emosi. Bagaimana tidak, hanya demi mengejar gengsi, seorang anak buruh tani rela memeras orang tua nya hanya demi bisa mentraktir kawannya di restoran saat ulang tahun.

Lebih baik bagiku menjadi diri sendiri, tak punya uang? Tak masalah, kita juga bisa menjadi bahagia kok tanpa uang. Aku sering mendapati diriku sendiri saja tak punya uang. Lantas bagaimana kau bisa mentraktir pacar, sahabat mu kalo kau tak punya uang??

Bagi dia yang mau menerima ku apa adanya, itu sebenarnya bukan lah suatu masalah, aku sering katakan pada pacarku (dulu) bahwa aku sedang tak punya uang, kalo kau mau, ayo temenin aku makan di angkringan.

Bagi sahabatku uang ada di urutan akhir untuk bahagia. Aku tak bisa menjelaskan nya, intinya ketika aku ada uang, aku tak keberatan membagi uang ku pada sahabat2 ku, begitu juga sebaliknya., yang penting kami bahagia, tidak ada gengsi, tidak ada egois, tidak ada emosi, hanya menjadi diri kita sendiri.

Meskipun sahabat2 ku rerata orang yang memang 'sedikit gila', tapi disanalah aku mendapat kan salah satu rasa 'bahagia' dalam hidup ini. Sekali lagi, bagi kalian teman2,sahabat,dan semua yang mengenal saya, INGATKAN LAH AKU KETIKA AKU SUDAH MULAI EGOIS, EMOSI, TIDAK MENJADI DIRI SENDIRI, DAN MEMBUAT KALIAN SEMUA MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN KEHADIRAN KU. I LOVE YOU!! ☺😊